Beberapa warga yang terkena dampak penyakit
Hingga saat ini, kasus diare masih terus terjadi. Sri Handayani, pengungsi Blok 3 di Petobo, Palu Selatan, mengatakan, dia dan dua cucunya yang berusia 6 dan 2 tahun menderita diare pada awal pekan lalu. Namun, karena tidak terlalu parah, Sri dan dua cucunya hanya menjalani rawat jalan setelah mendapatkan pengobatan dari pos kesehatan. “Biar sakitnya tidak makin parah, saya bawa dua cucu meninggalkan pengungsian. Kami menginap di rumah mertua,” kata Sri Handayani, 23 November 2018. Demikian juga yang dialami Putri yang berusia 1 tahun 7 bulan. Menurut ibunya, Ilon, anaknya itu diare hebat setelah sepekan menghuni pengungsian di Petobo. “Anak saya dirawat tiga hari,” kata Ilon. Ilon menduga kondisi pengungsian yang kotor menjadi biang anak-anak di pengungsian mudah terkena diare dan muntaber. Kondisi toilet misalnya, kata Ilon, sering berbau menyengat karena kurangnya air untuk menyiram kotoran. Di sisi lain, air dari toilet sering meluber mendekati tenda pengungs...